Bantuan Mesin Unnes, Efisienkan Kerja Petani Kopi

SERAHKAN BANTUAN : Foto serah terima Mesin Roasting dan Mesin Diskmill oleh tim pelaksana, mitra Gedong Koffee dan Kepala Desa Gedong Kab. Kendal

KELOMPOK KOPI DESA GEDONG PATEAN KENDAL MENERIMA BANTUAN TEKNOLOGI MESIN PENGOLAHAN KOPI, LEGALITAS PRODUK DAN MEREK DAGANG DARI TIM DOSEN UNNES

Kelompok pengolah Kopi “Gedong Koffee” bersyukur atas adanya kegiatan pengabdian yang dilaksanakan tim Dosen UNNES dari hibah program PTDM (Produk Teknologi yang didesiminasikan kepada Masyarakat) KEMENRISTEK/BRIN. Bantuan teknologi yang diterima pada awal kegiatan berupa mesin Roasting kopi dan mesin diskmill. Sebelum adanya  bantuan teknologi, kelompok kopi desa Gedong menyewa jasa roasting dan diskmill dengan biaya Rp. 15.000/kg ucap Mat khayun ketua kelompok Gedong Koffee. Biaya sewa yang tinggi ini menyebabkan keuntungan usaha sangat rendah dan usaha sulit berkembang.

Kriswanto ketua tim pelaksana menyampaikan bahwa mesin yang diterapkan ini memiliki kapasitas produksi 5kg/jam menggunakan sistem kontrol yang hemat energi sehingga penggunaan bahan bakar gas rendah sehingga kegiatan produksi mitra sangat efisien. Mesin ginding kopi menjadi bubuk juga menggunakan motor bensin daya rendah 5,5 Hp dengan konsumsi BBM yang rendah yakni 0,8 liter per proses (15kg) sehingga sangat hemat biaya. Penggunaan mesin penggerak roasting kopi menggunakan motor listrik daya 1/2 Hp sehingga daya listrik rumah tangga dapat mengunakan mesin ini, tanpa harus melalukan penambahan daya listrik. Pemanas berupa kompor gas diterapkan pada mesin roasting karena bila dibandingkan menggunakan heater memerlukan daya listrik yang besar yang berdampak pada biaya per kWH yang tinggi terutama penggunaan untuk usaha. Bantuan teknologi ini juga disertai dengan pelatihan pengoperasian dan perawatan dengan menerapkan protocol kesehatan masa Pandemi Covid-19.

Bayu Wiratama anggota tim PTDM menyampaikan bahwa masa pandemi Covid-19 ini menyebabkan usaha kafe kopi banyak yang mengalami penurunan omset sehingga berdampak pada usaha pensuplai produk kopi green bean atau kopi bubuk murni. Penerapan teknologi dan peningkatan manajamen usaha yang mana dapat menjadikan kopi gedong Koffee memiliki brand, memiliki ijin edar, sertifikat halal dan uji proksimat akan menjadikan produk mitra memiliki pasar untuk konsumsi masyarakat secara langsung. 

Ria Wulansarie anggota PTDM dari bidang Teknik Kimia menuturkan bahwa mitra gedong koffee saat ini telah memiliki ijin edar PIRT, sertifikat halal, dan hasil uji kandungan proksimat, serta didaftarkan merek dagang sehingga produk kopi Gedong Koffee telah memiliki kelayakan untuk pemasaran produk. Uji proksimat kopi Gedong Koffee di Lab. FMIPA UNNES mendapatkan bahwa dari ke 6 varian kopi (Kopi rakyat, Lanang, Robusta Fermentasi, Robusta Fermentasi proses, dan excelsa Natural Dry) terdapat produk dengan kandungan protein tertinggi (26,58 %) dan lemak yang rendah (5,55) tetapi selama ini dijual dengan harga paling murah yakni Kopi Rakyat. Hasil pengujian ini memberikan rekomendasi untuk menaikkan brand dari kopi rakyat menjadi kopi tinggi protein sehingga dapat meningkatkan promosi dan harga jual produk. 

Kepala Desa Gedong Bp. Suwarno menyampaikan banyak terimakasih kepada Tim Pengabdian dari UNNES Program Hibah PTDM KEMENRISTEK/BRIN yang telah memberikan bantuan teknologi, pelatihan, perijinan dan merek dagang sehingga kelompok kopi Gedong dapat memproduksi sendiri kopi dan memasarkan secara lebih luas.

SERAHKAN BANTUAN : Foto serah terima Mesin Huller, Mesin Sortasi, Mesin Pulper, dan Rak display produk pada kelompok Subur 3 dan Gedong Koffee serta dihadiri Kepala Desa Gedong Kab. Kendal

KELOMPOK TANI DAN KELOMPOK PENGOLAH KOPI DESA GEDONG TERIMA BANTUAN PAKET MESIN PASCA PANEN PENGOLAHAN KOPI HINGGA ALAT UJI KADAR AIR DARI TIM PENGABDIAN UNNES

Mengatasi permasalahan Kelompok tani (Poktan) Subur 3 Desa Gedong Kab. Kendal, tim program PTDM (Produk Teknologi yang didesiminasikan kepada Masyarakat) KEMENRISTEK/BRIN dari UNNES menerapkan peralatan berkebun berupa sabit, bak kontainer plastik, mesin pemotong rumput dan satu mesin pulper untuk proses pasca panen bijih kopi. Bantuan peralatan berkebun ini diberikan agar kelompok dapat meningkatan produktifitas dan perawatan kebun Kopi. Sekarang kelompok dapat melakukan perawatan, penyiangan kebun dengan mesin potong rumput tanpa harus sewa pada jasa persewaan, ucap Bp. Kasturi ketua Poktan Subur 3. Mesin pulper yang dibantukan memiliki kapaistas 300-400kg/jam ini sangat sesuai dengan kebutuhan Poktan Subur 3. Mesin pulper yang dibantukan akan dimanfaatkan oleh kelompok kami untuk mengolah bijih kopi hasil panen untuk dikupas kulitnya sehingga nilai jual bijih kopi lebih tinggi, tambah Kartini, Sekretaris Poktan Subur 3.

Selain POktan Subur 3, kelompok tani yang mendapat bantuan teknologi adalah kelompok Gedong Koffee. Jika sebelumnya telah menerima bantuan mesin roasting dan mesin diskmill untuk pengolahan bubuk kopi siap konsumsi. Bantuan yang kedua yang dilakukan tim PTDM dari UNNES oleh Ketua Kriswanto adalah mesin Huller, mesin Sortasi 3 grade, rak storage dan display produk, serta alat uji kadar air kopi. Semua mesin diterapkan disertai kegiatan pelatihan pengoperasian dan perawatannya.  Mesin huller merupakan solusi permasalahan kelompok Gedong Koffee karena selama ini harus melakukan sewa diluar desa sehingga biaya produksi tinggi belum ditambah biaya transportasi. Mesin Huller berkapasitas 1500kg/jam digunakan untuk mengupas kulit kering kopi dengan tenaga mesin diesel 8,5 Hp. Mesin penggerak Huller menggunakan mesin diesel daya rendah sehingga hemat penggunaan BBM sangat sesuai untuk kebutuhan mitra, ucap Kriswanto. Mesin sortasi yang bantukan ini memiliki 3 level/grade ukuran sehingga dapat digunakan untuk melakukan sortir produk untuk green bean maupun yang akan diolah menjadi kopi bubuk. Mesin sortir menggunakan tenaga penggerak motor bensin 5,5 Hp dan untuk bahan meshnya menggunakan SS304 sehingga memenuhi standar pengolahan makanan.

Tidak hanya bantuan mesin pengolah, layout tempat produksi juga telah dirancang dan diterapkan sehingga terdapat perubahan penataan tempat produksi kelompok Gedong koffee lebih efektif. Cek kadar air untuk kedua produk baik jenis green bean maupun kopi serbuk juga telah dapat dilakukan kelompok gedong koffee sendiri dengan adanya bantuan alat tes kadar air. Alat ini sangat bermanfaat untuk mitra dalam mendapatkan kualitas produk yang baik dari segi proses pengolahan produk, penyimpanan, maupun standar yang ditetapkan. 

Bayu Wiratama anggota PTDM dari bidang manajemen juga menerapkan aplikasi pembukuan keuangan basis smartphone, basis excel dan menerapkan marketplace online untuk pemasaran produk. Pelatihan pengoperasian telah diberikan baik secara langsung maupun share video. Untuk meningkatkan minat pembeli akan produk maka desain kemasan juga dilengkapi dengan no PIRT, Halal, masa kadaluarsa, uji proksimat, dan kandungan produk, serta saran penyajian. Kartu nama, leaflet, banner dibuatkan dan dapat dishare melalui media sosial sehingga diharapkan pemasaran lebih luas. 

Kepala Desa Gedong Bp. Suwarno yang turut mengikuti kegiatan desiminasi dari tim PTDM UNNES mengharapkan adanya kegiatan serupa dari KEMENRISTEK/BRIN untuk potensi sumber daya alam lain yang ada di Desa Gedong Kab. Kendal.

 239 total views,  1 views today